Contoh :
Fahmi makan nasi dan minum kopi
Suatu konjumgsi
akan bernilai benar jika kedua kalimat penyusunnya yaitu p dan q bernilai
benar, sedangkan negasi adalah pernyataan yang bernilai salah jika pernyataan
awalnya bernilai benar dan bernilai
benar jika pernyataan awalnya bernilai salah.
Oleh karena itu
negasi dari : “Fahmi makan nasi dan minum kopi” adalah suatu pernyataan majemuk
lain yang salah satu komponennya merupakan negasi dari komponen pernyataan
awalnya. Jadi negasinya adalah: “Fahmi tidak makan nasi atau tidak minum kopi”.
Disini berlaku
hukum De Morgan yaitu : Ø(pÙq) ekuivalen dengan ØpÚØq
NEGASI SUATU DISJUNGSI
Contoh : “Fahmi makan nasi atau minum kopi”
Suatu disjungsi
akan bernilai salah hanya jika kedua komponen penyusunnya bernilai salah.,
selain itu benar. Oleh karena itu negasi dari kalimat diatas adalah : “ Tidak benar bahwa Fahmi
makan nasi atau minum kopi” atau dapat juga dikatakan “Fahmi tidak makan nasi
dan tidak minum kopi. Disini berlaku hukum De Morgan yaitu : Ø(pÚq) º ØpÙØq
NEGASI SUATU IMPLIKASI
Contoh 1.6 : “Jika hari hujan maka Adi
membawa payung”.
Untuk
memperoleh negasi dari pernyataan diatas, kita dapat mengubah bentuknya ke
dalam bentuk disjungsi kemudian dinegasikan, yaitu :
pÞ q º ØpÚq
Maka
negasinya
Ø( pÞ q) º Ø(ØpÚq) º pÙØq
NEGASI SUATU BIIMPLIKASI
Biimplikasi atau
bikondisional adalah pernyataan majemuk dari dua pernyataaan p dan q yang
dinotasikan dengan p Û
q º (p Þ q) Ù (q Þ p) sehingga : Ø(p Û q) º Ø [(p Þ q) Ù (q Þ p)]
º Ø [(ØpÚq ) Ù (ØqÚp)]
º Ø (ØpÚq ) Ú Ø(ØqÚp)
Ø(p Û q) º (pÙØq ) Ú (qÙØp)






0 Comments:
Posting Komentar